Senin, 27 Agustus 2012

Nabi Zakaria AS dan Nabi Yahya AS

Zakaria meminta anak kepada Allah.
Zakaria as.adalah seorang nabi Allah yang menghabiskan umurnya dalam berdakwah dan beribadah ke pada Allah di masjid suci di Al-Quds.
Zakaria menginginkan agar Allah mengaruniai seorang anak yang akan meneruskan dakwahnya kepada Allah sesudahnya,Lantaran takut kaumnya akan terjerumus dalam kesesatan,sedangkan tanda-tanda kesesatan telah tampak pada mereka.
Akan tetapi karena usianya yang sudah lanjut dan istrinya yang mandul,semua itu telah melemahkan harapanya untuk mendapatkan anak.
Sebagai orang yang beriman Zakaria tahu,bahwa kekuasaan Allah tak bias dihalangi.Pada suatu hari di masuk menemui maryam yang sedang beribadah didalam mihrab (tempat sembayang),ternyata ia mendapati makanan,minuman dan buah-buahan yang belum waktunya ada.


Zakaria bertanya: “dimana engkau mendapat rezeki ini?”
Maryam menjawab: “Ia berasal dari Allah yang memberi rezeki kepada siapa yang di kehendakinya tanpa perhitungan.”
Tatkala Zakaria melihat tanda-tanda Allah yang cemerlang dan penghormata-Nya kepada maryam yang beriman dan taat beribadah,ia pun mendorong untuk memohon untuk mendorong kepada Tuhannya.

Allah SWT berfirman:

(Q.S. Ali Imran: 38)
Kabar gembira tentang kelahiran anak bernama Yahya


Allah mengabulkan doa Zakaria dan mengutus malaikat kepadanya untuk memberitaukan,bahwa Allah Ta’ala akan mengruniainya seorang anak bernama Yahya.
Nama ini khusus baginya,karena belum ada orang memekai nama ini. Ia mendapat berkah dari Allah dan menjadi orang yang beriman kepada Allah serta pemimpin dalam kaumnya yang menjauhi hawa nafsu.
Zakaria heran mendengar kabar ini,karena ia sudah tua dan istrinya yang mandul,tidak pernah melahirkan di masa mudanya.Maka malaikat berkata kepadanya: “ Demikianlah kalau Allah menghendaki,dan hal itu menjadi remeh bagi-Nya,sebab ia telah menjadikan engkau padahal sebelumnya engkau,padahal sebelumnya engkau tidak ada “
Ketika itu Zakaria memohon kepada Tuhan agar memberi tanda padanya,sehingga bisa di ketahui dari tanda itu,bahwa istrinya sedang hamil.
Maka Allah memberitauka kepadanya, bahwa tandanya ia tidak akan dapat bicara dan bertukar pikiran dengan manusia,kecuali dengan isyarat tangan, mata menggoyangkan kepala atau yang semacam itu, dan hal itu berlangsung selama tiga hari. Ia juga diperintah untuk dan memperbanyak tasbih di waktu pagi dan sore,karena meskipun tidak bisa bicara dengan orang lain,namun ia dapat beribadah dan bertasbih.

( Q.S. Maryam: 7-11)


Kenabian Yahya dan Sifat-sifatnya
Kehendak Allah terbukti,maka hamililah istri Zakaria as., dan lahirlah Yahya.
Maka Allah mengkhusukannya dengan karunia-karunia yang besar berupa kecerdasan yang tinggi dan pemahaman yang baik.Kemudian Allah menyuruhnya membaca taurat dan mengamalkan ajaranya dengan sungguh-sungguh,penuh kemauan.
Allah mengaruniainyan sejak kecil akal yang mempu memahami ilmu agama dan hukum-hukum syariat.Allah memberinya rahmat yang luas,jiwa yang penuh kasih sayang dan hati yang pengasih serta memberikanya dari kotoran dosa.Allah menjdikanya seorang yang bertakwa dan taat kepada kedua orang tuanya,sehingga ia tidak melakuka dosa dalam kehidupanya.Yahya bukanlah seorang yang berhai keras dan angkuh,akan tetapi ia adalah orang yang rendah hati,ramah tamah mendapatkan penghormatan yang baik dari Allah.juga keselamatan dan keamanan,sehingga dia tidak ditimpa bahaya atau gangguan pada hari kelahiranya dan hari kiamat,ketika ia dibangkitkan dalam keadaan hidup untuk dihisab dihadapan Tuhannya.

(Q.S. Maryam:12-15)

0 komentar:

Poskan Komentar