- Do'anya orang yang terdesak.
- Do'anya orang yang teraniaya, walau ia kafir.
- Do'anya pemimpin yang adil.
- Do'anya orang tua terhadap anaknya.
- Do'anya anak sholeh terhadap orang tuanya.
- Do'anya orang yang berjasa terhadap umat.
- Do'anya orang yang menjalin hubungan kerabat.
- Do'anya orang muslim terhadap sesame.
- Do'anya orang dalam perantauan.
- Do'anya orang yang bertaubat menyesali perbuatan dosanya.
Kamis, 16 Agustus 2012
Orang yang terkabul do’anya
Beberapa waktu yang tepat untuk berdo’a
Untuk mencapai pengabulan suatu do'a , maka diharuskan berdo'a tepat pada waktu-waktu berikut ini :
- Pada waktu bulan Romadlon, terutama malam Lailatul Qodar.
- Pada waktu wukuf di Arofah
- Pada waktu hari jum'at, baik siang / malam.
- Pada waktu mendengar seruan adzan.
- Pada waktu antara Adzan dan Qomat ketika akan mengerjakan sholat.
- Pada waktu setelah sholat fardlu, terutama ketika sujud saat sholat.
- Pada waktu ceramah agama (pengajian).
- Pada waktu minum air zam-zam.
Penyebab do’a tidak terkabul
Biasanya orang berdo'a tidak terkabul itu mudah berputus asa, sehingga ia tidak mau mengoreksi dirinya. Bahkan terkadang tuhanlah yang disalahkan.
Do'a tidak terkabul itu ada sepuluh macam sebab , yaitu :
- Kamu mengaku mengaenal Allah , namun hak-haknya tidak kamu penuhi.
- Kamu mengaku cinta kepada Rosul, tapi sunnah-sunnahnya tidak kamu jalani.
- Kamu membaca Al-Qur'an, namun isi yang terkandung tidak kamu amalkan.
- Kamu mengakui syetan itu adalah musuhmu namun perbuatanmu persis dengan perbuatan syetan.
- Kamu berdo'a memohon agar dihindarkan dari siksa neraka , tetapi dirimu masih saja melakukan perbuatan dosa / maksiat.
- Kamu berdo'a agar memohon masuk surga , tapi amal perbuatanmu tidak mencerminkan untukNya.
- Kamu sibuk menggunjingkan aib orang lain, namun aibmu sendiri kau lupakan.
- Kamu percaya bahwa kematian itu pasti dating, namun kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan banyak berbuat kebaikan.
- Kamu kuburkan orang yang mati, namun kamu tidak mengambil pelajaran dari peristiwa kematian itu.
- Kamu merasakan nikmat dari Tuhanmu, tapi kamu tidak pernah bersyukur kepada si Pemberi nikmat tersebut.
Beberapa hal yang merusak do’a
Ada beberapa hal yang merusak do'a, sehingga do'a nya tidak mendapat pengabulan. Diantaranya :
- Berdo'a untuk mencelakakan diri sendiri karena ia bosan hidup / berdo'a untuk mencelakakan orang lain.
- Berdo'a karena merasa kesal.
Adab berdo’a
Untuk mencapai pengabulan suatu do'a , diharuskan adanya beberapa adab diantaranya sebagai berikut :
- Mengawali do'a nya dengan menyebut nama Allah dan memuji kepadaNya serta tidak menyebut langsung tujuan kita memohon.
- Mengulang-ulang do'anya minimal 3 kali, tanpa merasa jemu atau bosan.
- Menghadap kiblat dengan berperasaan takut, rendah diri.
- Mengangkat kedua tangan setinggi bahu dengan suara lembut, yakni tidak keras sebagai layaknya memanggil orang ditempat yang jauh.
- Bertaubat sebelum berdo'a untuk membersihkan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
- Hendaknya susunan kalimat do'anya tidak bersajak, cukup dengan susunan kata yang sederhana, tidak perlu dilagukan. Karena itu dianjurkan memakai susunan kalimat do'a yang berasal dari Rosululloh SAW, terutama do'a-do'a yang terdapat dalam Al-Qur'an
- Mengakhiri do'anya dengan bacaan sholawat kemudian dilanjutkan dengan bacaan hamdalah.
Syarat terkabulnya do’a
Semua manusia yang berdo'a tentunya ingin agar do'a nya itu terkabul. Dan agar do'a nya terkabul di butuhkan beberapa syarat diantaranya :
- Disyaratkan adanya kesucian hati, yakni jangan asal mulut bergerat, sementara hati melayang kesana kemari.
- Disyaratkan bersih dari noda dan dosa, yakni tidak makan barang yang haram, seperti makan hasil korupsi atau hasil menipu orang.
- Harus bersungguh-sungguh, tidak sekedar hanya basa-basi
- Harus berkeyakinan bahwa do'a nya itu pasti akan dikabulkan
- Tidak putus asa bila do'a nya belum terkabulkan
- Disyaratkan berdo'a tidak pada perkara yang dilarang atau yang mustahil didapat, umpamanya do'a mohon dijatuhkan uang sekarung dari langit.
Mengapa manusia berdo’a ?
Ada beberapa factor yang menyebabkan manusia harus berdo'a :
- Lantaran jiwanya merasa terpanggil untuk memohon perlindungan ketika mendapat kesulitan yang tidak bias mengatasinya sebab ia diciptakan dalam keadaan lemah.
- Lantaran do'a itu merupakan perintah Allah, yang ditujukan kepada manusia itu sendiri.
(Lihat surat Al-Mu'min ayat : 60)
Asal mula timbulnya do’a
Menurut catatan sejarah, bahwa asal mula do'a itu bermula dari Nabi Adam. Mengenai hal ini telah disebutkan dalam kitab Khozinatul Asrar , bahwa setelah nabi ada diciptakan dan ditiup roh, kepadanya diajarkan cara berdo'a sebagaimana yang tersebut dalam surat Al-Fatihah yang artinya : "Ya Tuhanku, tunjukanlah aku jalan yang lurus, yaitu jalan mereka yang pernah memperoleh ni'mat dari-Mu, bukan jalan mereka yang engkau murkai, dan bukan jalan mereka yang sesat".
Kemudian dilanjutkan pula oleh Nabi Adam dan istrinya ketika mereka terkena bujuk rayu iblis melanggar larangan Allah hingga merekapun berdo'a "Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan member rahmat kepada kami, niscaya kami tergolong orang-orang yang merugi".
Semenjak itulah mulai dikenal do'a dan digunakan oleh anak cucu adam, hingga kepada kita sekarang ini. Dan dengan demikian ibadat do'a itu hamper digunakan oleh seluruh bangsa manusia, sekalipun manusia yang tidak bertuhan kepada allah, merekapun berdo'a kepada selain-Nya.





